Belajar Komputer

Belajar komputer itu mudah dan gratis

Pacaran Di Sepeda Motor ? Jangan Deh …


Bicara tentang cinta memang gak ada habis-habisnya. Cinta selalu melahirkan berjuta-juta rasa, mulai dari rasa anggur, coklat, stroberi, melon dan sampai-sampai tempe basi juga tetep terasa enak. Hehehe ….

Yah, persis yang disampaikan ama dee dalam postingan di blognya yang berjudul "Kalo Bicara Soal Cinta ".

By the way pulangnya koq numpang busway, cinta gak lepas dari berbagai variasi pacaran. So sesuai dengan judul posting kali ini, lebih baik hati-hati deh saat berpacaran apalagi di atas sepeda motor.

Cerita kali ini merupakan pengalaman nyata yang seru seorang sahabat didi. Bermula dari kebiasaan dua-duaan saat berpacaran, eh pulangnya badan pada ngilu-ngilu …

Karena ditempat Didi dekat dengan lokasi pantai, maka seringkali dijadikan sebagai ajang lokasi pacaran para muda mudinya. Cerita unik ini terjadi saat Hendri (bukan nama sebenarnya) bersama pacarnya sedang menikmati suasana pantai di malam minggu.

Emang deh, kalo lagi pacaran yang lain terasa cuma sebagai figuran didunia ini. Pemain utama pastilah sang Romeo dan Juliet.

Ketika itu, Hendri dan pacarnya lagi duduk berduaan dengan mesra di atas sepeda motornya. Suasana malam yang indah semakin terasa saat itu ketika bulan purnama pun tampak bercahaya dan begitu memikat.

Berbagai cerita dan obrolan keduanya pun semakin hangat. Hingga rangkaian tangan sang kekasih pun semakin erat melingkar dipinggangnya Hendri.
Merasa mendapat angin, Hendri pun tak kalah sigap. Cekatan ia melontarkan puji dan rayu sehingga membuat sang pacar kian terbuai.
Saat keduanya semakin tenggelam dalam kehangatan berpacaran. Tak sadar kalo motornya yang hanya bersandar pada tanah pantai itu semakin oleng. Dasar deh, saat peluk cium mulai bersemi jadi lupa diri.
Namun …
“ Bruuk ….. ! “

Akhirnya sepeda motor itu tak kuasa menahan beban diatasnya. Keduanya tersungkur ke tanah dengan muka penuh pasir pantai.
“ Aduh bang …. ,” sambil meringis pacarnya Hendri mengeluh kakinya tertimpa motor.
Sedangkan Hendri, wah lebih parah nek …

Wajah gantengnya terbenam dalam pasir pantai hingga tak sempat bersuara apa apa …
Bergegas keduanya bangun dengan sigap. Hendri yang duluan berdiri cekatan berusaha mengangkat sepeda motornya agar kaki sang kekasih tidak sakit lagi. Kemudian celingak celinguk matanya memandang kiri kanan takut peristiwa itu diketahui orang.

Hahaha,

Segitu deh kalo lupa diri, yang jelas pulangnya bisa-bisa pada ngilu tuh kaki ama badan.
Taik ayam rasa coklat ?

Persis deh untuk menggambarkan suasana itu …, namun kali ini karena cinta terpaksa esoknya kekasih Hendri pergi ke tukang urut karena kakinya terkilir.
Ada ada saja …

(sumber : www.blogcatalog.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: