Belajar Komputer

Belajar komputer itu mudah dan gratis

Underworld 3 : Rise of the Lycans


Kalau disuruh mengingat-ingat film bertema vampire jaman modern ini, biasanya ada tiga nama yang mampir di kepalaku. Twilight, Blade, dan Underworld. Dari antara ketiganya, saya menilai Underworldlah yang paling orisinil (mengingat Twilight dan Blade masing-masing merupakan saduran dari novel dan graphic novel). Underworld pertama dan kedua menitik-beratkan cerita pada petualangan Selene dan bagaimana ia mencari tahu rahasia gelap di balik berubahnya ia menjadi vampire. Secara tersirat, disebutkan bahwa perang antara klan Vampire dan Lycans sudah terjadi semenjak berabad-abad lalu. Film keduanya mulai memaparkan hal tersebut sedikit demi sedikit melalui flashback. Film ketiga yang menggenapi trilogi Underworld ini akhirnya digarap dengan tujuan memperjelas apa sebenarnya penyebab asal mula perang para makhluk malam ini.

Underworld3TheRiseoftheLycans

Hegemoni Vampire sebagai penguasa terancam ketika muncul bibit kegelapan baru dalam bentuk Werewolves. Manusia yang terkutuk menjadi serigala ini buas dan tidak punya otak. Para manusia yang ketakutan akan monster yang buas terpaksa meminta tolong kepada monster yang berotak. Mereka memberi upeti kepada para vampire untuk melindungi mereka. Para vampire di bawah pimpinan Viktor pun setuju. Hingga suatu hari Viktor menemukan sesuatu yang tidak lazim. Ia menemukan seorang bayi yang bisa mengendalikan kemampuan perubahannya.

Viktor mengangkat bayi itu dan membesarkannya. Lucian, nama bayi itu, kemudian dijadikan ‘mesin’ untuk mereproduksi para werewolves yang bisa dikendalikan oleh para vampire; dijadikan para budak oleh mereka. Mereka itulah yang nantinya disebut sebagai para Lycan. Melihat perlakuan budak yang diterima oleh kaumnya, Lucian jelas tidak terima. Ia mulai menyusun rencana untuk melarikan diri dari cengkeraman Viktor. Rencana tersebut hanya memiliki satu hambatan. Lucian jatuh cinta kepada Sonja, putri Viktor.

Buat mereka yang sudah menonton kedua film Underworld sebelumnya (apalagi yang sudah menghafal sejarah dan mitos-mitosnya) mungkin sudah bisa menebak bagaimana nasib dari Lucian, Sonja, maupun Viktor di akhir film. Kendati begitu, menyaksikan prosesi tersebut tetap mengasyikkan. Kali ini sang sutradara tidak lagi Len Wiseman (ia hanya menulis naskah kali ini) melainkan DJ Caruso. Saya akui kalau Caruso cukup terampil menghidupkan nuansa medieval sepanjang film, walaupun masih terdapat kekurangan di sana-sini (beberapa adegan aksinya terlalu diclose-up sehingga memusingkan ketika ditonton). Adegan-adegan yang seharusnya bisa dikembangkan lebih emosional tergarap secara datar di sini. Saat-saat Lycan berusaha melarikan diri dan saat-saat intim Lucian dan Sonja sebenarnya sangat berpotensial menguras emosi penonton – semua itu gagal dimaksimalkan Caruso sehingga klimaks film pun terasa ‘wah’ saja tanpa memiliki ikatan apapun dengan penonton. Sayang, padahal Rise of the Lycans bisa jadiBraveheart dicampur Romeo and Juliet versi supernatural!

Berpindahnya setting pada jaman medieval otomatis menghilangkan peran Kate Beckinsale (hanya berperan sebagai narator kisah) dan Scott Speedman di dalamnya. Sebagai pengganti hadirlah Michael Sheen dan Rhona Mitra. Bill Nighy pun kembali tampil dominan di sepanjang film ini sebagai villain utamanya. Saya sempat salah kaprah mengira bahwa film ini akan memusatkan cerita pada Rhona Mitra. Ternyata fokusnya lebih pada Michael Sheen dan karakternya sebagai Lucian, malahan Rhona Mitra sebagai Sonja kok malah kurang tergarap bagiannya (bila ada yang merasa kalau dandanannya mirip dengan Kate Beckinsale, ada alasannya kok!).

Pada akhirnya, film ketiga Underworld ini tidak seburuk dugaan saya. Ia tetap menghibur dengan setting serta karakter yang baru dan juga berhasil memperkaya mitologi Underworld. Coba saja tonton dua film prekuelnya lagi dan kamu bakalan menyadari bahwa Wiseman nampaknya sudah memiliki visi mengenai bagaimana detail pemberontakan para Lycan terjadi.

One response to “Underworld 3 : Rise of the Lycans

  1. @anto 29 Januari 2011 pukul 9:30 AM

    gan ni film kayaknya ga’ lantutin yg ke 2 …?
    Kl yg di TV itu yg ke 1,2 aj atau sampai yg ke 3 ya ..ak lupa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: