Belajar Komputer

Belajar komputer itu mudah dan gratis

Robotika Unikom pergi ke san fransisco untuk Wakili Indonesia di Robogames 2009


Tim Robot Universitas Komputer Bandung menjadi wakil tunggal Indonesia di Kejuaraan Robogames, San Fransisco, Amerika Serikat, 12-15 Juni 2009. Mereka akan turun di kelas Open Autonomous Fire Fighting (Pemadam Kebakaran Otomatis) mengandalkan dua robot buatan mahasiswa Unikom.

”Robot yang akan bertanding adalah DU-114 V8 dan Next 116 karya Rodi Hartono dan Stevanus Akbar Alexander,” kata Ketua Divisi Robotika Unikom, Yusrila Yeka Kerlooza, di Bandung, Sabtu (30/5).

unikom

Robogames adalah kejuaraan desain robot tingkat internasional. Untuk tahun 2009 diperkirakan sebanyak 20 negara ikut ambil bagian. Peserta akan bersaing di 72 kelas yang dipertandingkan.

Menurut Yusrila, keikutsertaan Tim Robotika Unikom di Robogames adalah yang pertama kalinya. Setelah beberapa kali menjadi pemenang kompetisi robot tingkat regional dan nasional, Tim Robotika menganggap butuh tantangan baru. Salah satunya belajar dari pembuat robot dari luar negeri melalui kompetisi internasional.

Beberapa kejuaraan yang pernah diikuti DU-114 V8 adalah Juara I Divisi Senior Beroda Kompetisi Robot Cerdas Indonesia (KCRI) Tingkat Regional II dan Tingkat Nasional pada tahun 2008. Sedangkan Next 116 pernah menjadi juara I pada Divisi Senior KCRI berkaki tingkat Regional II. ”Bukan semata-mata menang atau kalah. Dengan ikut bertanding, kami ingin mendapatkan pelajaran dan ilmu baru dari peserta negara lain,” katanya.

Mengenai peluang memenangi kelas khusus pemadam kebakaran, Yusrila mengatakan segala kemungkinan masih terbuka. Alasannya, dari sekian banyak percobaan dan penyempurnaan, menghasilkan kinerja robot yang memuaskan. Di antaranya, sensor gerak, kecepatan robot, hingga komponen pemadaman. ”Pesaing terbesar kami di kelas pemadam kebakaran bukan negara-negara Eropa atau Amerika Utara. China justru menjadi pesaing terberat,” katanya.

Menurut Stevanus Akbar, pembuat Next 116, aplikasi kedua robot ini memang ditujukan untuk kehidupan masyarakat sehari-hari, khususnya pemadaman api. Hal ini bisa dilihat dari dua desain yang sengaja dibuat berbeda. DU-114 sengaja dibuat berkaki enam untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya tangga di sekitar permukiman. Sedangkan DU-114, menggunakan roda, seperti tank baja, dibuat agar robot bisa dengan cepat menemukan lokasi pemadaman.

(sumber : http://sains.kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: